Perilaku Mekanik Bengkel Service Sepeda Motor Terhadap Pengelolaan Limbah B3 di Kabupaten Bone

ALI, MUHAMMAD (2013) Perilaku Mekanik Bengkel Service Sepeda Motor Terhadap Pengelolaan Limbah B3 di Kabupaten Bone. S2 thesis, Pascasarjana.

[img]
Preview
Text
BAB I#.pdf

Download (68kB) | Preview

ABSTRAK MUHAMMAD ALI. Perilaku Mekanik Bengkel Service Sepeda Motor Terhadap Pengelolaan Limbah B3 di Kabupaten Bone. (Dibimbing oleh Mansyur Serta Lahming) Tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan (1) perilaku mekanik bengkel service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki terhadap pengelolaan lingkungan; (2) strategi mekanik bengkel dalam proses pengerjaan service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki; (3) perlakuan mekanik bengkel terhadap limbah hasil service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki; dan (4) hambatan mekanik bengkel service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki dalam pengelolaan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subyek penelitian ini adalah seluruh bengkel service resmi sepeda motor yaitu NSS Honda, Yamaha, dan Suzuki yang terdistribusi penyebarannya berada di Kabupaten Bone dimana dipilih secara Purpossive Sampling yaitu dari masing-masing bengkel resmi tersebut dipilih seorang atau 1 (satu) mekanik bengkel sepeda motor. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Perilaku mekanik bengkel service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki terhadap pengelolaan lingkungan yaitu sikap dan perilaku mengawasi dan menjaga lingkungan bengkel, sikap dan perilaku memelihara lingkungan, dan sikap dan perilaku menata lingkungan. Perilaku mekanik ini masih ditemukan kurang terutama di bengkel Yamaha, sedangkan mekanik bengkel Honda dan Suzuki sudah melakukannya dengan baik. (2) Strategi mekanik bengkel dalam proses pengerjaan service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki yaitu pewadahan, penyimpanan, dan pengangkutan. Di antara tiga bengkel yang diteliti, bengkel Suzuki dna Honda menunjukkan stratagi yang baik dengan rutin melakukan sedangkan mekanik bengkel Yamaha dinilai masih kurang. (3) Perlakuan mekanik bengkel terhadap limbah hasil service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki yaitu melakukan tindakan dan perlakuan dalam bentuk reduce, reuse, recovery, dan recyle. Tindakan ini bagi semua mekanik bengkel jarang dilakukan karena bukan tangung jawab oleh mekanik. Mekanik hanya menyimpan limbah hasil pengerjaan service pada suatu wadah, setelah itu mekanik tidak lagi berurusan dengan limbah itu. (4) Hambatan mekanik bengkel service sepeda motor pada NSS Honda, Yamaha dan Suzuki dalam pengelolaan lingkungan yaitu pengetahuan yang diiringi dengan sikap acuh yang dimiliki mekanik tentang lingkungan masih kurang, serta tempat penampungan sementara limbah bengkel yang terlalu jauh dan biasanya tidak memuat limbah cair yang akan dibuang saat itu sehingga mekanik menunjukkan perilaku negatif terhadap pengelolaan lingkungan dengan membiarkan bercakan limbah di halaman dan pekarangan bengkel. Hambatan ini sering terjadi pada mekanik bengkel Yamaha, dan adapun bengkel Honda dan Suzuki belum terlalu menjadi masalah yang signifikan.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > Kependudukan dan Lingk. Hidup (s2)
Divisions: FAKULTAS MIPA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 02 Apr 2019 06:07
Last Modified: 02 Apr 2019 06:07
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/12820

Actions (login required)

View Item View Item