Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jenis Kanker Payudara Menggunakan Regresi Logistik Biner (Kasus : Pasien Penderita Kanker Payudara di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo tahun 2016).

HR, TITI KURNIANTI. (2019) Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jenis Kanker Payudara Menggunakan Regresi Logistik Biner (Kasus : Pasien Penderita Kanker Payudara di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo tahun 2016). S1 thesis, FMIPA.

Full text not available from this repository.

Regresi logistik adalah suatu metode analisis statistik yang diterapkan untuk memodelkan variabel dependen yang memiliki dua kategori atau lebih dengan satu atau lebih variabel independen. Regresi Logistik biner merupakan suatu analisis statistika yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu atau lebih peubah bebas dengan peubah respon yang bersifat biner atau dichotomous. Peubah bebas pada regresi logistik dapat berupa peubah skala kategorik maupun peubah yang skala kontinu sedangkan peubah respon berupa peubah berskala kategorik. Regresi Logistik Biner dapat diterapkan pada kasus kesehatan, khususnya pada penelitian ini yaitu mengenai kanker payudara. Sesuai uraian diatas maka penulis bermaksud untuk mengkaji dan melakukan penelitian tentangPemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jenis Kanker Payudara Menggunakan Regresi Logistik Biner(Kasus : Pasien Penderita Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo). Dari hasil analisis didapatkan bahwa peubah penjelas yang berpengaruh nyata terhadap jenis keganasan kanker terhadap pasien penderita kanker payudara adalah peubah Kemoterapi (X2) dan peubah Metastase (X5) yang masing-masing memiliki nilai odds rasio sebesar 0,17 dan 6,16. Kata kunci :Kanker Payudara, Regresi Logistik, Regresi Logistik Biner.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FMIPA > STATISTIKA - (S1)
Divisions: FAKULTAS MIPA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 18 Feb 2019 02:38
Last Modified: 18 Feb 2019 02:38
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/12242

Actions (login required)

View Item View Item