PENANAMAN KESADARAN BUDAYA: PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOREOGRAFI BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENDRATASIK

SUMIANI, SUMIANI (2017) PENANAMAN KESADARAN BUDAYA: PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOREOGRAFI BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENDRATASIK. S3 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

Full text not available from this repository.

Penelitian ini merupakan salah satu upaya penanaman kesadaran budaya lokal melalui pengembangan model pembelajaran. Mata kuliah yang dipilih adalah koreografi yang merupakan mata kuliah wajib pada Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain UNM. Model pembelajaran koreografi yang dikembangkan dalam penelitian ini, didesain dengan memadukan dua model yaitu model pembelajaran Joyce & Well dengan tahap-tahap koreografi rumusan Jacqueline Smith, sedangkan tingkat kesadaran budaya yang dijadikan acuan adalah tingkat kompetensi. Permasalahan pokok penelitian ini adalah: bagaimana mewujudkan sebuah model pembelajaran koreografi yang dapat menanamkan kesadaran budaya lokal yang valid, praktis dan efektif pada Program Studi Pendidikan Sendratasik FSD UNM. Penelitian ini akan melalui langkah-langkah yang mesti ditempuh dalam menghasilkan produk model dan perangkat pendukungnya. Prosedur pengembangan model ini menggunakan prinsip ADDIE, yang dimodifikasikan dalam tiga langkah yaitu: Pendahuluan, Perancangan, dan Pengembangan. Pengembangan desain model pembelajaran juga mengacu pada ISD Model Spiderweb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan valid, efektif dan praktis. (i) Kevalidan tercermin pada respon validator yang terdiri dari para pakar koreografi. Respon positif yang diberikan adalah penilaian bahwa model yang dikembangkan dalam penelitian ini valid yang berarti benar karena sesuai teori yang dipilih sebagai acuan; (ii) . Efektif karena model pembalajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini telah menghasilkan 20 karya koreografi yang mencerminkan budaya lokal; dan (iii) Kepraktisan tercermin pada respon positif dari pengguna model dan mahasiswa peserta uji-coba model. Respon positif dari pengguna model menyatakan bahwa dari 40 aspek 80% praktis, sedangkan respon positif peserta uji-coba yang berjumlah 20 orang menyatakan bahwa pada tahap eksplorasi 70% praktis, tahap improvisasi 100% praktis, tahap pengembangan gerak 100% praktis, dan tahap 100% praktis. Model pembelajaran koreografi berbasis budaya lokal ini memiliki makna konstitusional karena sejalan dengan amanat konstitusi tentang pengembangan kebudayaan nasional; memiliki makna filosofis karena dijiwai oleh pemikirian mendalam tentang pengembangan identitas diri dan kepribadian peserta didik; dan memiliki makna akademis karena dikembangkan berdasar prinsip keilmuan. Kata kunci: Model pembelajaran, koreografi, dan kesadaran budaya.

Item Type: Thesis (S3)
Subjects: PASCASARJANA > ILMU PENDIDIKAN - (S3)
Divisions: PROGRAM PASCASARJANA
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 08 Feb 2019 01:47
Last Modified: 08 Feb 2019 01:47
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/12134

Actions (login required)

View Item View Item