Tradisi Pamose di Desa Topoyo Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah

Transiska, Dwi and Manda, Darman and Dahlan, Dahlan (2018) Tradisi Pamose di Desa Topoyo Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah. S1 thesis, Universitas Negeri Makassar.

[img]
Preview
Text
JURNAL PAMOSE.pdf

Download (194kB) | Preview

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Prosesi-prosesi dalam proses pelaksanaan tradisi Pamose(2) Pandangan masyarakat Desa Topoyo terhadap tradisi Pamose (3) Mengetahui eksistensi tradisi Pamose di era modern saat ini. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Prosesi-presi pelaksanaan tradisi Pamose ini terdiri dari tiga proses tradisi, yaitu Magora’, Magane’ dan Pamose dalam pelaksanaan tradisi Pamose ini akan di pimpin oleh seorang Tobaha’ (ketua adat) ditemani oleh Pontai (Penasehat ketua adat), Pondoulu (Juru perekonomian), Pahombi (Juru Pertanian), Sanro (Dukun), Imam Adat, Pajimo (Pemukul Gendang)dan di hadiri oleh masyarakat Desa Topoyo Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah yang ikut pula dalam pelaksaan tradisi ini. (2) Masyarakat Desa Topoyo, memandang tradisi Pamose sebagai adat istiadat yang harus di lestarikan karena merupakan adat asli dari Desa Topoyo, Pamose di mata masyarakat Desa Topoyo diartikan tarian parang sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rejeki dan keselamatan diri dan juga sebegai bentuk rasa syukur atas keselamatan dan perlindungan kampung. Selain itu Pamose juga di anggap sebagai tradisi yang dilakukan ketika hendak membersihkan lahan pertanian, mengelolah lahan pertanian dan ketika usai melakukan panen di lahan tersebut. (3)Eksistensi tradisi Pamose masih tetap terjaga dengan baik hingga saat ini, hanya saja pelaksanaanya tidak sesering zaman dulu. Jika, dulu tradisi Pamose di lakukan sebanyak 3 kali dalam setahun namun saat ini tradisi Pamose’ ini hanya di laksanakan sebanyak 1-2 kali dalam setahun. Saat ini proses pelaksanaan pamose juga sudah menggunakan alat-alat modern namun maksud dan tujuannya dari dilaksanakannya tradisi tetap sama. Hampir semua masyarakat asli Desa Topoyo mengetahui dengan jelas tradisi ini, mulai dari sejarahnya hingga prosesi-prosesinya. Kata Kunci : pamose, magora’, magane’, tobaha, tradisi

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Antropologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 07 Jan 2019 03:50
Last Modified: 07 Jan 2019 03:51
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/11722

Actions (login required)

View Item View Item