Model Pengembangan Kualitas Jiwa dan Karakter Berbasis Terapi Spiritual Sebagai Upaya Penanggulangan Dilenkuensi Pada Siswa SMAN di Kota Makassar

Ahmad, Ahmad and Mansyur, Ahmad Yasser and Siswanti, Dian Novita (2016) Model Pengembangan Kualitas Jiwa dan Karakter Berbasis Terapi Spiritual Sebagai Upaya Penanggulangan Dilenkuensi Pada Siswa SMAN di Kota Makassar. Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia.

[img]
Preview
Text (Laporan Penelitian Hibah Bersaing)
Lap. Penelitian Model Pengembangan Kualitas Jiwa.pdf

Download (9MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Peer Review Laporan Penelitian Hibah Bersaing)
PEER REVIEWER HIBAH BERSAING 2016.pdf

Download (464kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Prilaku delinkuensi dikalangan remaja merupakan salah satu problem sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius oleh berbagai pihak. Dewasa ini fenomena kenakalan remaja msakin sering terjadi di mana-mana, terutama di kota-kota besar separti: Jakarta, Pontianak, Manado, dan Makassar. Ironisnya. fenomena tersebut justru banyak dilakukan oleh kalangan pelajar. Bentuknya sudah mengarah kepada perilaku menyimpang (deviant) seperti tawuran. narkotika, pergaulan bebas dan bentuk-bentuk kriminalitas lainnya. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa selama 2007 tercatat sekitar 3.100 orang pelaku remaja berusia 18 tahun atau kurang. Jumlah itu meningkat pada 2008 menjadi 3.300 pelaku dan menjadi 4.200 pelaku pada 2009. Ini menunjukkan bahwa remaja mengalami persoalan krusial yang perlu segera penanganannya baik bersifat kuratif maupun preventif. Pada hakikatnya perilaku delinkuensi yang dilakukan oleh kalangan remaja pelajar bukanlah merupakan suatu problem yang terjadi dengan sendirinya, tetapi ia muncul karena beberapa sebab, separti. lemahnya institusi keluarga dan standar moral yang diterapkan sementara pegaruh deskruktif arus globalisasi semakin deras. Masa remaja memang merupakan masa yang krisis, karena masa ini adalah masa yang memang sangat berpotensi untuk melakukan perilaku menyimpang (Monks dkk, 1999) Sehingga apabila didukung oleh kondisi yang tidak kondusif maka dapat menjadi munculnya tindakan dan perilaku yang bertentangan dengan norma-norma yang ada. Perilaku delinkuensi dikalangan remaja memberikan dampak negatif yang sangat karena tidak hanya menimpa pribadi mereka, tetapi juga berdampak pada sosial arakatan dan bahkan terhadap stabilitas nasional. Oleh karena itu remaja sebagai salah satu aset bangsa yang mempunyai peran stretegis untuk kelangsungan dan kemajuan masa depan bangsa, sangat penting untuk diperhatikan kemaslahatannya. Seiring dengan kompleksitas perilaku delinkuensi yang rentan terjadi pada pelajar, perlu upava intervensi yang mampu mengemban kualitas jiwa mereka untuk menjadi generasi yang berakhlak dan berbudi pekarti mulia. Menurut Maksum (2003) bahwa penyimpangan moral (krisis karakter) dapat terjadi karena rendahnya kualitas jiwa dan mengalami krisis spiritual. Oleh karena itu penting untuk merancang suatu model pengembangan kualitas jiwa pada pelajar/siswa yang relevan dan berkesinambungan. Salah satu altematif yang dapat dikembangkan adalah dengan pendekatan Terapi Spiritual.

Item Type: Other
Subjects: KARYA ILMIAH DOSEN
Universitas Negeri Makassar > KARYA ILMIAH DOSEN
Divisions: KOLEKSI KARYA ILMIAH UPT PERPUSTAKAAN UNM MENURUT FAKULTAS > KARYA ILMIAH DOSEN
KARYA ILMIAH DOSEN
Depositing User: S.T. Faruq Ratuhaji
Date Deposited: 28 Nov 2018 08:00
Last Modified: 28 Nov 2018 08:00
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/11504

Actions (login required)

View Item View Item