Praktek Kekerasan Di SMA Negeri 8 Luwu Timur

Masse’, Masse’ (2018) Praktek Kekerasan Di SMA Negeri 8 Luwu Timur. S1 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img] Text
JURNAL MASSE' (1463040012).doc

Download (77kB)

Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk-bentuk kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur, 2) Faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur, 3) Upaya mencegah kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan 21 orang informan. Teknik dalam menentukan informan menggunakan Purposive Sampling, dengan kriteria yang digunakan yaitu siswasiswi korban kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu menggunakan teknik Triangulasi Sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi disekolah ada empat yaitu: (a) kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dan dilempar dengan bola basket, (b) kekerasan verbal seperti dikatakan tuli, bodoh, dan kurang ajar, (c) kekerasan mental seperti tatapan mata yang mengancam, ekspresi wajah dan gerak tangan dan (d) kekerasan seksual seperti percobaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap lawan jenis. (2) Faktor penyebab terjadinya kekerasan ada empat yaitu: (a) Guru seperti adanya pola relasi yang asemetris antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, adanya gangguan atau masalah psikologis yang terdapat pada guru dan kurang dikembangkannya proses pembelajaran yang mampu menarik minat siswa. (b) siswa seperti memiliki kecenderungan kepribadian impulsive dan acap kali kesulitan mengendalikan emosi, harga diri yang terlalu tinggi dan ditambah lagi kepribadian yang kurang matang, (c) keluarga seperti pola asuh, orang tua yang mengalami masalah psikologi dan keluarga yang mengalami disfungsional (d) lingkungan seperti karena adanya budaya kekerasan dan aturan sekolah yang sedikit memberatkan siswa siswi dan mendapatkan hukuman dari guru jika peraturan tersebut tidak dipatuhi (3) Upaya untuk mencegah kekerasan ada tiga yaitu: (a) Upaya sekolah seperti menerapkan pendidikan tanpa kekerasan, mangadakan pendidikan psikologi bagi guru, (b) upaya siswa yang mengalami kekerasan seperti sharing atau menceritakan kepada orang tua atau seseorang yang dipercayai mengenai kekerasan yang dialami di sekolah.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL > Pendidikan Sosiologi
Divisions: FAKULTAS ILMU SOSIAL
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 27 Sep 2018 02:47
Last Modified: 27 Sep 2018 02:47
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/10969

Actions (login required)

View Item View Item