GAYA HIDUP SHOPAHOLIC SEBAGAI BENTUK PERILAKU KONSUMTIF

AMIRUDDIN, AHMAD FAJRUL (2018) GAYA HIDUP SHOPAHOLIC SEBAGAI BENTUK PERILAKU KONSUMTIF. S2 thesis, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.

[img]
Preview
Text
GAYA HIDUP SHOPAHOLIC SEBAGAI BENTUK PERILAKU KONSUMTIF.pdf

Download (195kB) | Preview

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana latar belakang sosial yang dimiliki pelaku gaya hidup shopaholic di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Makassar; 2) Faktor-faktor penyebab gaya hidup shopaholic di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Makassar; dan 3) Dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup shopaholic di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dijabarkan secara deskriptif dengan sumber data yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang bergaya hidup shopaholic. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan subyek yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian adalah 7 orang mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Adapun validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi sumber, serta analisis data menggunakan analisis interaktif Milles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Gaya hidup shopaholic pada mahasiswa dapat dilihat dari segi penampilan serta cara bergaulnya. Mahasiswa yang memiliki gaya hidup shopaholic selalu berpenampilan menarik, mengenakan fashion bermerk, mengikuti perkembangan jaman dengan sangat cepat, serta memiliki standart hidup menengah ke atas. Dari segi penampilan, cara berpakaian mahasiswa tersebut selalu terkesan menarik. Bagi mahasiswa yang tidak bisa membeli barang asli yang harganya jutaan rupiah, biasanya mereka membeli barang dengan kualitas tas branded replika. 2) Faktor-faktor yang menyebabkan gaya hidup shopaholic pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar antara lain yaitu: (a) gaya hidup mewah; (b) pengaruh dari keluarga; (c) iklan; (d) mengikuti trend; (e) banyaknya pusat-pusat perbelanjaan; (f) pengaruh lingkungan pergaulan. 3) Dampak positif gaya hidup shopaholic antara lain sebagai penghilang stress dan untuk mengikuti perkembangan jaman. Sedangkan dampak negatif gaya hidup shopaholic antara lain adalah terbentuknya perilaku konsumtif, boros, dan kecanduan. Kata Kunci: Gaya hidup, Shopaholic, Perilaku Konsumtif

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: PASCASARJANA > PENDIDIKAN ILMU SOSIAL - (S2)
Depositing User: UPT PERPUSTAKAAN UNM
Date Deposited: 06 Aug 2018 06:30
Last Modified: 06 Aug 2018 06:30
URI: http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/10018

Actions (login required)

View Item View Item